Jumat, 31 Mei 2013

DIAGRAM NETWORK

BAB 1
SEJARAH DIAGRAM JARINGAN

Metode jaringan kerja diperkenalkan menjelang akhir dekade 1950-an oleh suatu tim engineer dan ahli matematika dari perusahaan Du-Pont bekerja sama dengan Rand Coorporation dalam usaha mengembangkan suatu sistem kontrol manajemen.

Sistem ini dimaksudkan untuk merencanakan dan mengendalikan sejumlah besar kegiatan yang memiliki hubungan ketergantungan yang kompleks dalam masalahdesign-engineering, konstruksi dan pemeliharaan. Usaha-usaha ditekankan untuk mencari metode yang dapat meminimalkan biaya, dengan kurun waktu penyelesaian suatu kegiatan.

Pada tahun 1956 Morgan Walker dari DuPont Company, mencari cara yang lebih baik dalam penggunaan komputer Univac milik perusahaan, kerja samanya dengan James E. Kelly dari group perencana konstruksi internal Remington Rand dalam menggunakan komputer Univac untuk melakukan penjadwalan konstruksi menghasilkan metode yang rasional, tertib, dan mudah untuk menggambarkan proyek dalam komputer. Pertama kali metode ini disebut William–Kelly method, dan akhirnya disebut Critical Path Method (CPM).
Pada waktu yang hampir bersamaan, secara terpisah dinas angkatan laut Amerika Serikat mengembangkan pula sistem kontrol manajemen dalam rangka mengelola proyek pembuatan peluru kendali Polaris. Proyek ini melibatkan ribuan konsultan design-engineering, subkontraktor, supplier dan berbagai jawatan pemerintah dan sosial. Sistem tersebut dinamakan teknik evaluasi dan review proyek (Project Evaluation and Review Technique-PERT), telah berhasil sebagai sarana koordinasi dan mempercepat penyelesaian jadwal proyek lebih dari dua tahun.
Meskipun kedua sistem di atas dikembangkan secara terpisah oleh pelaku-pelaku yang berlainan, tetapi hasilnya memiliki banyak kesamaan. Keduanya memakai teknik penyajian secara grafis dengan memakai diagram anak panah, lingkaran serta kaidah-kaidah dasar logika ketergantungan dalam menyusun urutan kegiatan.
Kedua metode di atas sama-sama bermanfaat. Perbandingan di antara keduanya dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

PERTCPM
Menggunakan 3 (tiga) perkiraan waktu, yaituoptimistic timemost likely (normal time), danpessimistic time. Dari ketiganya dapat dihasilkan expected time(waktu yang diharapkan).Menggunakan 1 (satu) perkiraan waktu yang mewakili waktu normal.
Bersifat probabilistik, tiap waktu kegiatan berdasar distribusi normal. Hal ini memungkinkan adanya perhitungan resiko dalam penyelesaian proyek.Berdasar pada 1 (satu) perkiraan waktu yang bersifat deterministik.
Menggunakan aktivitas semu (dummy activities).Menggunakan aktivitas semu (dummy activities).
Digunakan untuk proyek–proyek R&D dimana resiko dalam perhitungan durasi waktu mempunyai variabilitas yang tinggi.Digunakan dalam proyek–proyek konstruksi yang sumber dayanya bergantung dan berdasar atas perkiraan waktu yang akurat.
Digunakan dalam proyek (misal R&D) yang dalam prosentase penyelesaiannya hampir tidak mungkin untuk menentukan kecuali pada ‘milestones’ yang sempurna.Digunakan pada proyek–proyek dimana penyelesaian dapat diselesaikan dengan keakuratan yang layak dan pembayaran konsumen dapat diselesaikan berdasarkan persentase penyelesaian.
BAB 2
DEFINISI DIAGRAM JARINGAN

Diagram jaringan merupakan teknik yang digunakan untuk memperlihatkan pengurutan aktivitas. Sebuah diagram jaringan adalah tampilan mengenai hubungan logis antara aktivitas – aktivitas proyek atau urutan antara aktivitas – aktivitas proyek. Disamping itu diagram jaringan adalah logika model yang menggambarkan hubungan antara masing-masing kegiatan serta menjelaskan arus operasi sejak awal hingga selesainya kegiatan-kegiatan proyek.
Diagram jaringan mempunyai dua peranan, yakni pertama sebagai alat perencanaan proyek dan kedua sebagai ilustrasi secara grafik dari kegiatan-kegiatan suatu proyek. Oleh karena itu diagram dari suatu diagram jaringan harus mempunyai gambaran tentang dimulainya dari awal kegiatan sampai diselesaikannya kegiatan tersebut.
Hubungan suatu kegiatan dengan kejadian yang terjadi sebelumnya disebut dengan kejadian (event). Yang dimaksud dengan kejadian adalah pekerjaan awal atau akhir suatu kegiatan (activity), sedangkan kegiatan merupakan pekerjaan yang memerlukan waktu.
Terdapat dua format utama diagram jaringan yakni :
  1. Arrow Diagramming Method (Activity On Arrow atau AOA)
b. Precende Diagramming Method (PDM)
Untuk itu diagram jaringan memerlukan beberapa lambang khusus untuk memberikan keterangan yang jelas tentang suatu proyek yaitu:
  1. Anak panah  (arrow) menyatakan kegiatan dengan ketentuan bahwa panjang dan arah tidak mempunyai arti khusus. Pangkal dan arah panah menerangkan mulai dan berakhir dengan arah ke kanan (positif). Kegiatan harus berlangsung terus dalam jangka waktu tertentu (duration) dengan pemakaian sejumlah sumber seperti manusia, bahan, dan dana pada umumnya kegiatan diberi kode huruf besar A, B, C, dan seterusnya.
  2. Lingkaran kecil  (node) menyatakan suatu kejadian atau peristiwa. Kejadian diartikan sebagai awal atau akhir dari satu atau beberapa kegiatan. Umumnya kejadian diberi kode dengan angka 1, 2, 3, dan seterusnya yang disebut dengan nomor kejadian.
  3. Anak panah putus-putus menyatakan kegiatan semua “dummy”. Dummy sebagai pemberitahuan bahwa terjadi perpindahan satu kejadian ke kejadian lain pada saat yang sama. Oleh karena itu dummy tidak memerlukan waktu. Panjang dan arah dummy tidak mempunyai arti khusus.


BAB 3
DASAR LOGIKA DIAGRAM JARINGAN

Untuk dapat membaca network diagram proyek, pelu dijelaskan pengertian dasar hubungan antarsimbol yang ada dalam setiap network diagram. Hubungan antarsimbol hanya ada dua buah yaitu anak panah dengsn lingkaran yang melambangkan hubungan kegiatan dan peristiwa.
Notasi yang dipakai dalam penjelasan mengenai hubungan antar simbol ini adalah sbb :
X              =  nama kegiatan
PAW        = peristiwa awal, petristiwa yang terletak pada ekor anak panah.
I                = nomor peristiwa awal
J               = nomor peristiwa akhir
SPA         = saat paling awal suatu peristiwa mungkin terjadi
SPL          = saat paling lambat suatu peristiwa boleh terjadi
SPAi         = saat paling awal peristiwa mungkin terjadi
SPAj           = saat paling peristiwa akhir mungkin terjadi
SPLj      ­      = saat paling lambat peristuwa akhir mungkin terjadi
MPA        = saat mulai paling awal sebuah kegiatan, selalu sama dengan SPA
MPL         = saat mulai paling lambat sebuah kegiatan, mungkin sama dengan    SPLi
FPA         = saat selesai paling awal sebuah kegiatan, mungkin sam,a dengan SPAj
FPL          = saat selesai paling lambat sebuah kegiatan, selalu sama dengan SPLj

  1. a. Anak panah dengan Lingkaran

Kasus 1. pada kasus ini terdapat: sebuah peristiwa awal dengan sebuah kegiatan yang keluar darinya, sebuah peristiwa akhir dengan sebuah kegiatan yang menuju kepadanya, ada sebuah kegiatan yang terletak antara peristiwa awal dan peristiwa akhir tersebut (Gambar 2.05).
GAMBAR DISEMBUNYIKAN OLEH SAEPUL ANWAR

Tafsiran yang didapat dari kasus ini adalah ;
  1. Bila i terjadi, maka X bisa mulai ;
  2. Bila mulai, maka i pasti terjadi ;
  3. Bila X selesai, maka j pasti terjadi ;
  4. Bila j terjadi, maka X pasti selesai.
3.1.  Hubungan Antar Kegiatan
Untuk dapat menggambar sebuah network diagram yang dapat menyatakan logika ketergantungan antar kegiatan, perlu diketahui hubungan antar kegiatan yang mungkin ada dalam sebuah proyek. Hubungan antar kegiatan tersebut bisa dikategorikan menjadi dua macam yaitu hubungan seri langsung dan hubungan seri tidak langsung. Sedang hubungan paralel hanya ada satu macam pengertian saja tetapi mempunyai empat alternatif
a. Hubungan Seri
Antara dua kegiatan terdapat hubungan seri bila sebuah kegiatan tidak dapat mulai dikerjakan kalau kegiatan lainnya belum selesai dikerjakan.
Kasus 1. A adalah kegiatan memakai kaos kaki, B adalah kegiatan memakai sepatu, dan C kegiatan mengikat tali sepatu. Tiga kegiatan tersebut digambarkan sebagai berikut : peristiwa 1 terjadi, maka kegiatan A bisa dimulai; kegiatan A selesai maka peristiwa 2 terjadi; peristiwa 2 terjad, maka kegiatan B bisa dimulai; kegiatan B selesai, maka peristiwa 3 terjadi; peristiwa 3 terjadi, maka kegiatan C bisa dimulai; kegiatan C selesai,

GAMBAR DISEMBUNYIKAN OLEH SAEPUL ANWAR

1)  Kegiatan C tidak bisa dimulai, bila peristiwa 3 belum terjadi dan kegiatan B belum selesai. Kalau kegiatan B selesai, maka peristiwa 3 terjadi, maka kegiatan C bisa dimulai. Hubungan kegiatan B dengan kegiatan C adalah hubungan seri langsung.
2)  Kegiatan B tidak bisa dimulai, bila peristiwa 2 belum terjadi dan kegiatan A belum selesai. Kalau kegiatan A selesai, maka peristiwa 2 terjadi, maka kegiatan B bisa dimulai. Hubungan kegiatan A dengan kegiatan B adalah hubungan seri langsung.
3) Kegiatan C tidak bisa kegiatan A belum selesai. Sedang bila kegiatan A sudah selesai, belum tentu kegiatan C bisa dimulai. Hubungan kegiatan A dengan kegiatan C adalah hubungan seri tidak langsung.

  1. b. Hubungan Paralel
Antara dua kegiatan terdapat hubungan paralel, bila untuk memulai dan atau menyelesaikan sebuah kegiatan tidak perlu menunggu kegiatan lainnya mulai dan atau kegiatan lainnya selesai. Hubungan paralel mempunyai empat alternatif bentuk dalam network diagram yaitu : memiliki satu peristiwa akhir bersama, memiliki satu peristiwa awal bersama, memiliki satu peristiwa akhir dan satu peristiwa awal bersama, dan terakhir memiliki peristiwa awal yang berlainan dan peristiwa akhir yang berlainan.
  1. c. Hubungan Kegiatan yang Paling Menentukan
Hubunga kegiatan yang universal dan karenanya paling menentukan adalah hubungan kegiatan seri langsung, karena dengan mengetahui pasangan-pasangan kegiatan yang mempunyai hubungan seri langsung dari kegiatan-kegiatan yang ada dalam sebuah proyek, maka :
1)   Jenis-jenis hubungan lainnya dengan sendirinya dapat diketahui;
2)   Dapat disusun struktur logika ketergantungan antarkegiatan-kegiatan yang ada dalam proyek, berupa diagram yang disebut network diagram. Network diagram ini merupakan inti dari network planning atau network analisis.
3.2. Hubungan Elementer antar kegiatan
Ternyata tidak mudah untuk menterjemahkan permasalahan yang dihadapi yaitu berupa penyelenggaraan proyek, menjadi diagram berupa jaringan kerja yang disebut network diagram. Ada beberapa bottle neck dalam proses penyusunan diagram penyelenggaraan proyek tersebut :
1)   Mendifinisikan permasalahan, terdiri dari :
a.   Menginventarisasikan kegiatan yang ada dalam penyelenggaraan proyek.
  1. Menentukan hubungan seri langsung masing-masing kegiatan dengan kegiatan-kegiatan lainnya.
  2. Menyusun logika ketergantungan antar kegiatan, berdasarakan definisi tersebut di atas dalam bentuk gambar jaringan kerja yang disebut network diagam.
Untuk dapat lebih memahami, berikut ini akan dikemukakan permasalahan elementer, yang kemudian didefinisikan, dan berdasarkan definisi ini disusun elemen network diagram.
  1. a. Permasalahan
Untuk memudahkan menangkap persoalan yang dihadapi, dikemukakan susunan balok sebagai suatu permasalahan.
Susunan balok ini bukan saja sebagai analogi permasalahan proyek fisik tetapi juga merupakan analogi proyek nonfisik.
Sebagai contoh, umpamanya balok B diletakkan di atas balok A. Permasalahan tersebut bisa merupakan benar-benar pemasangan balok-balok, bisa juga merupakan analogi dari pekerjaan-pekerjaan lain. Umpamanya untuk bisa menandatangani sebuah surat (kegiatan B), terlebih dahulu pembuatan net suarat tersebut harus sudah selesai (kegiatan A). juga umpamanya untuk dapat melakukan pengetesan dan pengolahan data (kegiatan B), kegiatan pengumpulan data (kegiatan A) harus sudah selesai, atau untuk dapat membangunsuperstructure sebuah bangunan (kegiatan B), pekerjaan membuat fondasi (kegiatan A) harus sudah selesai.
  1. b. Definisi Permasalahan
Ada dua hal yang termasuk definisi permasalahan, pertama menginventarisasikan kegiatan atau mengurangi proyek menjadi kegiatan-kegiatan dan kedua menentukan pasangan-pasangan kegiatan yang mempunyai hubungan seri langsung.
Untuk proyek-proyek yang umum, bisa dan telah pernah dikerjakan, menginventarisasikan kegiatan lebih tepat daripada menguarangi proyek menjadi kegiatan, sebab kegiatan-kegiatan telah tersedia atau telah biasa dibuat. Tetapi untuk proyek-proyek yang jenisnya baru, perlu diadakan analsia untuk dapat menguraikan proyek menjadi kegiatan-kegiatan.
Cara menguraikan proyek, berdasarkan pemikiran bahwa proyek terdri dari kegiatan-kegiatan yang pada hakikatnya adalah proses-proses. Seperti diketahui, secara sistematik proses membutuhkan masukan (input) dan menghasilkan keluaran (output). Pemisahan antara kegiatan satu dengan lainnya berdasarkan perbedaan : input, cara proses, dan output yang dihasilkan. Bahkan jika ketiga elemen sistem kegiatan tadi sama, kadang-kadang diperlukan juga pemisahan berdasarkanmodul operasi yaitu suatu unit pekerjaan yang dibatasi oleh kemapuan sumberdaya dan kecepatan proses.
  1. c. Elemen Network Diagram
Perbedaan elemen network diagram dengan network diagram, terletak pada titik adanya keharusan bagi sebuah elemen network diagram dimulai pada suatu peristiwa awal dan selesai pada satu peristiwa akhir. Cara menyusun elemen network diagram adalah dengan merangkaikan pasangan-pasangan kegiatan yang mempunyai hubungan seri langsung. Setiap kegiatan hanya digambar satu kali, tidak boleh lagi. Jumlahdummy dan jumlah peristiwa tidak boleh kurang dan tidak boleh lebih dari yang diperlukan.
3.3. Network Diagram
Network diagram adalah seperti telah diterangkan adalah visualisasi proyek berdasarkan network planning berupa jaringan kerja terdiri dari simbol kegiatan, simbol peristiwa, dan (bila diperlukan) simbol hubungan antar peristiwa (dummy). Network diagram menyatakan logika ketergantungan antar kegiatan yang ada dalam proyek yang bersangkutan dan menyatakan urut-urutan peristiwa yang terjadi selama penyelenggaraan proyek.
  1. a. Prasyarat yang Harus Dipenuhi
Prasyarat yg harus dipenuhi agar network diagram suatu proyek bisa dibuat, yaitu :
1)   Menginventarisasikan kegiatan-kegiatan yang ada dalam proyek yang bersangkutan atau menguraikan proyek yang bersangkutan menjadi kegiatan-kegiatan. Kegiatan-kegiatan yang didapat dengan cara tersebut harus betul-betul mewakili proyek, sehingga bila kegiatan-kegiatan tersebut selesai dikerjakan dengan cara dan waktu yang tepat, tujuan proyek bisa tercapai.
2)   Menentukan atau mengidentifikasikan pasangan-pasangan kegiatan yang mempunyai hubungan seri langsung diantara kegiatan-kegiatan yang telah diinventarisasikan tersebut. Dalam taraf permulaan untuk perencanaan, ketentuan yang dipakai ialah dua buah kegiatan mempunyai hubungan seri langsung berdasarkan ketergantungan logika saja.
3.4. Sistematika Menyusun Jaringan Kerja
  1. Identifikasi lingkup proyek dan uraikan menjadi komponen – komponen kegiatan.
  2. Susunan komponen kegiatan seusai dangan urutan logika ketergantungan menjadi jaringan kerja
  3. Berikan perkiraan kurun waktu masing – masing kegiatan
  4. Identifikasi jalur kritis, float dan kurun waktu penyelesaian proyek
  5. Tingkatkan daya guna dan hasil guna pemanfaatan sumber daya


BAB 4
JENIS – JENIS DIAGRAM JARINGAN
4.1.  Activity On Node
Kegiatan-on-node adalah manajemen proyek yang mengacu pada metode aprecedence diagram (diagram yang di dahulukan) yang menggunakan kotak untuk menunjukkan jadwal kegiatan. Kotak-kotak yang beragam ini atau “node” terhubung dari awal sampai akhir dengan panah untuk menggambarkan perkembangan yang logis dari ketergantungan antara jadwal kegiatan. Setiap node dikodekan dengan huruf atau angka yang berkorelasi dengan aktivitas pada jadwal proyek.
Biasanya, sebuah diagram aktivitas-on-node akan dirancang untuk menunjukkan mana kegiatan harus diselesaikan agar kegiatan lain untuk bisa dimulai. Hal ini disebut sebagai “finish-to-start” didahulukan – berarti satu kegiatan harus selesai sebelum yang berikutnya dapat dimulai. Dalam diagram di bawah ini, kegiatan A dan D harus dilakukan agar aktivitas E dapat dimulai. Hal ini juga memungkinkan untuk membuat variasi lain dari jenis diagram. Misalnya, “start-to-start” diagram adalah satu di mana aktivitas pendahulunya hanya harus dimulai bukan sepenuhnya selesai agar kegiatan pengganti akan dimulai.
Sebuah diagram aktivitas-on-node dapat digunakan untuk memberikan gambaran visual dari logika jaringan jadwal keseluruhan proyek. Atau, dapat digunakan untuk setiap bagian kecil dari jadwal  untuk menentukan awal dan akhir. Agar diagram dapat sederhana, mungkin hal yang paling efektif hanya menyertakan kegiatan jalur kritis jadwal. Tanggal di mulainya suatu rencana setiap node juga dapat terdaftar dalam diagram sesuai dengan timeline manajemen proyek.
4.2.  Activity On Arrow
Untuk diagram kita melihat ‘lingkaran’ yang muncul mirip dengan jaringan Activity-on-Node. Perbedaannya adalah bahwa dalam Activity-on-Arrow jaringan yang ‘lingkaran’ mewakili ‘tonggak’ (yaitu peristiwa) untuk penyelesaian tugas. Tugas itu sendiri ditandai dengan garis panah.
Titik tugas apapun untuk mencapai tujuan dan ini akan berada di tonggak selesai. Kegiatan ini diwakili oleh panah bergerak dengan timeline ke kanan
Ada satu atau dua aturan untuk penggunaan panah. Sebagai panah masing-masing mewakili tugas itu hanya dapat terjadi sekali.
Jadi, jika kita melihat ‘E’ tugas meskipun mengikuti kedua tugas ‘C’ dan tugas ‘D’ panah tidak bisa datang dari kedua. Dalam hal ini, kita harus membuat dua tugas dummy (diwakili oleh garis putus-putus) yang mengarah ke lingkaran kejadian dari mana panah untuk ‘E’ tugas sekarang dapat memulai. Hal yang sama berlaku untuk tugas ‘I’. Jaringan Kegiatan-on-Arrow telah diturunkan dari grid didahulukan dari tugas ditunjukkan sebelumnya.

BAB 5
FUNGSI DIAGRAM JARINGAN
Teori jaringan kerja (network) merupakan teknik analisis yang dapat membantu manajemem proyek utk melaksanakan tugas guna:
  1. Membuat perencanaan
  2. Mengatur jadwal pelaksanaan
  3. Melakukan pengawasan, dan
  4. Mengambil keputusan
Terhadap proyek yang sedang berjalan atau proyek yang sama sekali baru.  Suatu proyek pada hakekatnya adalah sejumlah kegiatan yang dirangkaikan satu dengan yang lain maupun tidak.  Dalam hal ini teori jaringan kerja dapat mengatur rangkaian dari kegiatan tersebut shg benar-benar efisien.


BAB 6
CONTOH SOAL
  1. Contoh soal 1
Suatu proyek pengadaan (pemasangan) generator listrik terdiri dari komponen – komponen kegiatan sebagai berikut
NoKEGIATANKETERANGANKEGIATAN YANG MENDAHULUI
ij
112membuat spesifikasi dan desain
223pabrikasi generator1  – 2
324membeli material pondasi1  – 2
425merekrut operator1  – 2
536uji coba2  –  3
647membuat pondasi2 – 4
757nelatih operator dan mekanik2 – 5
867transportasi generator ke lokasi3 – 6
978memasang dan star – up generator4 – 7 ; 5 – 7 ; 6 – 7
  1. Contoh soal 2
Proyek pembangunan gudang
  •  Proyek dirinci menjadi enam komponen
  •  Tntukan urutannya berdasarkan hubungan ketergantungan

NoKEGIATANKETERANGANKEGIATAN YANG MENDAHULUI
ij
112membuat gambar desain 
223membeli material 
324menyiapkan lahan 
435pembuatan tiang, rangka, atap 
545membuat pondasi 
656mendirikan banguan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar